Samarinda

Arus Penumpang Kapal Nataru di Samarinda Masih Stabil

Teks: Aktivitas penumpang di Pelabuhan Samarinda

Samarinda, Natmed.id – Arus penumpang kapal laut masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Samarinda terpantau masih stabil dan terkendali, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran maupun pelayanan kepada masyarakat.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda memastikan hingga memasuki awal puncak libur akhir tahun, pergerakan penumpang masih berada dalam batas normal. Pemantauan dilakukan sejak dibukanya Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru sebagai pusat koordinasi lintas instansi.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda Capt M Ridha Rengreng mengatakan berdasarkan hasil monitoring sementara, belum terlihat peningkatan jumlah penumpang yang signifikan di jalur laut Samarinda.

“Sejak posko Natal dan Tahun Baru dibuka, arus penumpang kapal masih normal. Sampai saat ini belum ada lonjakan penumpang yang berarti,” ujar Ridha, Selasa, 23 Desember 2025.

Meski secara umum stabil, KSOP mencatat adanya tingkat keterisian cukup tinggi pada kapal tertentu, terutama pada rute Samarinda–Parepare. Namun, jumlah penumpang dipastikan masih sesuai dengan kapasitas yang diizinkan.

Pada Minggu, 21 Desember 2025, kapal penumpang Prince Soya yang berangkat menuju Parepare tercatat mengangkut sekitar 1.700 penumpang dari total kapasitas 1.800 orang.

“Jumlah tersebut masih dalam batas aman dan sesuai ketentuan,” jelas Ridha.

Sementara itu, pada Senin, 22 Desember 2025, kapal Cattleya Express yang melayani rute Samarinda–Parepare diberangkatkan pukul 14.00 Wita dengan jumlah penumpang sekitar 900 orang dari kapasitas maksimal 1.500 penumpang. Untuk keberangkatan berikutnya, kapal memiliki kapasitas hingga 1.800 penumpang, namun hingga kini belum terpantau adanya lonjakan penjualan tiket.

Ridha menegaskan, pengawasan dilakukan secara ketat baik melalui pemeriksaan langsung di lapangan maupun pemantauan sistem e-ticketing guna memastikan tidak terjadi kelebihan muatan penumpang.

“Hari ini ada kapal berangkat, besok juga ada. Semua kami pantau langsung, termasuk melalui sistem e-ticket,” katanya.

Selama periode Nataru, KSOP Kelas I Samarinda bersama instansi terkait terus memperkuat pengawasan, mulai dari pemeriksaan kelaiklautan kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga validitas dokumen kapal dan awak kapal.

Setiap kapal yang akan berlayar diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sebelum diberikan izin berlayar.

“Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Tidak ada toleransi bagi kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan,” pungkas Ridha.

KSOP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan laut selama libur Nataru agar membeli tiket secara resmi, mematuhi aturan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.

Related posts

Sejarah Bubur Peca Warisan Lebih Seabad di Samarinda Seberang

Aminah

JMSI Kaltim Nilai Wacana Pemindahan Polri ke Kementerian Ancam Gerus Kepercayaan Publik

Aminah

Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Kemerdekaan Pers Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD Kaltim

natmed