Samarinda

Arus Mudik di Terminal Sungai Kunjang Masih Landai, Situasi Aman

Teks: Petugas Gabungan Pos Pengamanan di Terminal Sungai Kunjang Samarinda Saat Arus Mudik Lebaran. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Memasuki hari ke-7 pelaksanaan pengamanan arus mudik Lebaran, kondisi di Terminal Sungai Kunjang, Samarinda, terpantau relatif landai.

Teks: Situasi Terminal Sungai Kunjang Samarinda Terpantau Aman dan Kondusif Pada Masa Mudik, Kamis,19/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Meski demikian, sejumlah catatan terkait pengawasan, fasilitas, hingga lonjakan penumpang tetap menjadi perhatian.

Kepala Jaga Pos Pengamanan Terminal Sungai Kunjang Aiptu Irwanto menyebut sejak 13 hingga 19 Maret 2026 situasi di lapangan masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Alhamdulillah sampai saat ini situasi relatif aman, kondusif, tertib dan terkendali. Untuk pemudik juga tidak begitu ramai,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, puncak arus mudik di terminal tersebut justru telah terjadi lebih awal, yakni saat pelaksanaan program mudik gratis.

“Kalau puncaknya sebetulnya sudah kemarin, waktu ada mudik gratis,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya mengaku belum menerima keluhan berarti dari para pemudik. Petugas juga rutin melakukan patroli setiap satu jam sekali untuk memastikan kondisi tetap aman.

“Setiap satu jam kita kontrol, patroli, sekaligus tanya ke pemudik. Sampai saat ini belum ada keluhan,” jelasnya.

Namun, Irwanto mengungkapkan masih ditemukan pemudik yang salah tujuan atau tersasar ke terminal tersebut, terutama yang hendak bepergian ke luar rute.

“Ada juga pemudik yang nyasar, misalnya mau ke Bontang atau ke Banjar tapi datang ke sini. Kita arahkan ke terminal yang sesuai,” ungkapnya.

Sebagian besar pemudik yang mengalami kebingungan tersebut merupakan orang dewasa, yang kemungkinan belum mengetahui perubahan sistem terminal pascarenovasi di beberapa lokasi.

Dari sisi layanan, posko pengamanan yang merupakan gabungan unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan TNI, menyediakan bantuan informasi hingga penanganan darurat bagi pemudik.

“Kalau ada yang kesasar kita bantu arahkan, kalau ada yang sakit kita bantu bawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Untuk layanan kesehatan, pemudik dapat dirujuk ke sejumlah fasilitas terdekat seperti Islamic Center Samarinda, RS Hermina Samarinda, maupun Klinik Polresta Samarinda. Namun hingga kini, belum ada kasus kelelahan atau sakit yang dilaporkan.

“Sejauh ini belum ada yang sampai harus dibawa ke klinik. Masih aman,” tegasnya.

Meski kondisi relatif sepi, Irwanto menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi pemudik terhadap barang bawaan dan interaksi dengan orang asing.

“Kita imbau agar hati-hati dengan barang bawaan, jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, dan jangan sembarang menerima titipan barang,” pesannya.

Sementara itu, dari sisi operasional terminal, aktivitas angkutan umum mulai menunjukkan peningkatan. Operator Terminal Sungai Kunjang dari Dinas Perhubungan Samarinda, Hairul Adha, menyebut pergerakan bus mencapai sekitar 20 unit per hari.

“Total per hari sekitar 20 bus yang keluar masuk,” ujarnya.

Rute yang dilayani didominasi perjalanan dalam wilayah Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Berau, Kota Bangun, Sebulu, hingga Tenggarong Seberang.

Kapasitas angkutan bervariasi, mulai dari bus besar berkapasitas sekitar 50 penumpang hingga angkutan kecil dengan kapasitas 20 orang, tergantung rute tujuan.

Lonjakan penumpang sempat terjadi saat program mudik gratis yang menggunakan tiga armada bus. Setelah itu, arus kembali normal.

“Yang paling ramai kemarin saat mudik gratis. Sekarang mulai ramai tapi masih normal,” katanya.

Terkait keselamatan, ia memastikan seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan sebelum beroperasi, termasuk pengecekan dokumen dan kondisi teknis kendaraan.

“Yang dicek itu surat kendaraan harus aktif, kemudian kondisi seperti rem, lampu, mesin, dan ban,” jelasnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan beberapa hari sebelum puncak mudik, tepatnya pada 11 dan 12 Maret. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat tidak diperbolehkan beroperasi.

“Kalau tidak lengkap, tidak boleh jalan,” tegasnya.

Related posts

Terpilih Jadi Ketua KKSS Samarinda, Muslimin Berkomitmen Ikut Majukan Daerah

Irawati

Perayaan Imlek 2577, Entaskan Kemiskinan dengan Keadilan

Sukri

BINDA Kaltim Lakukan Vaksinasi Dor To Dor

Phandu