Lowokwaru, Natmed.id – Film bertema antibullying berjudul Sayap Garuda karya sineas muda asal Malang tayang perdana di Mopic Cinemas Malang, Sabtu 17 Januari 2026. Film produksi Trazz Picture tersebut mengangkat isu perundungan di lingkungan sekolah sebagai media edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Pemutaran perdana film itu dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, jajaran Pemerintah Kota Malang, pelaku industri kreatif, serta para pemain dan kru film. Kehadiran pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya pencegahan bullying melalui pendekatan budaya dan edukasi.
Sutradara Sayap Garuda, Tarmizi Abka, menyampaikan film tersebut sejak awal dirancang sebagai sarana kampanye untuk menghentikan berbagai bentuk perundungan di sekolah. Menurutnya, pesan utama film diarahkan pada pentingnya empati dan keberanian melawan tindakan bullying.
“Kami berharap film ini menjadi media kampanye untuk menghentikan segala bentuk bullying, khususnya di lingkungan sekolah. Karena itu kami melibatkan aktor dari kalangan siswa agar pesan yang disampaikan lebih mengena,” ujar Tarmizi.
Film ini mengisahkan dinamika kehidupan pelajar yang menghadapi tekanan sosial, perundungan verbal maupun fisik, serta upaya bangkit dari trauma. Alur cerita dikemas dengan pendekatan realistis yang dekat dengan kehidupan remaja.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi pemutaran film tersebut dan menilai Sayap Garuda memuat nilai pembelajaran penting bagi masyarakat. Ia menekankan pencegahan perundungan perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai media, termasuk film.
“Ada pembelajaran yang disampaikan dalam film ini. Kita harus mampu mengantisipasi terjadinya bullying sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan,” kata Wahyu.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, kasus perundungan yang pernah terjadi harus menjadi pelajaran bersama.
Pemerintah Kota Malang, lanjut Wahyu, berkomitmen menindaklanjuti pesan film tersebut dengan mendorong pemutaran Sayap Garuda di sekolah-sekolah sebagai media pembelajaran. Sinergi antara pemerintah, industri kreatif, dan dunia pendidikan diharapkan memperkuat upaya pencegahan bullying secara berkelanjutan.
