Samarinda

Anis, Marnabas dan Neneng Masuk Radar SIASN dan Simata, Kompetisi Menuju Kursi Sekda Samarinda

Teks: Lima Pejabat Eselon II Pemerintah Kota Samarinda Diundang Mengikuti Uji Kompetensi Teknis Sebagai Calon Sekretaris Daerah. (Natmed.id/Kolase Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menjalankan proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) melalui mekanisme manajemen talenta.

Sebanyak lima pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Samarinda diundang mengikuti uji kompetensi teknis sebagai bagian dari tahapan seleksi tersebut.

Pemanggilan peserta seleksi tertuang dalam Pengumuman Komite Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Nomor 001/KT/JPTPSEKDA/II/2026.

Proses ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Menteri PAN-RB tentang manajemen talenta ASN.

Berdasarkan hasil verifikasi persyaratan jabatan melalui Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) serta posisi kotak talenta dalam Sistem Manajemen Talenta (Simata), lima pejabat yang berada pada kotak sembilan manajemen talenta ditetapkan sebagai peserta seleksi Sekda.

Kelima pejabat tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Hananta Fathurrozi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Anis Siswantini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Marnabas, Kepala Inspektorat Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Suwarso.

Para peserta diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan umum, antara lain memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana atau diploma IV, menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb, memiliki rekam jejak integritas dan moralitas yang baik, serta berusia maksimal 58 tahun per 1 Mei 2026.

Selain itu, peserta juga harus tidak sedang menjalani hukuman disiplin maupun proses perkara pidana, telah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dan memiliki nilai kinerja minimal baik dalam dua tahun terakhir.

Tahapan seleksi dimulai dengan tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda. Selanjutnya, peserta akan mengikuti uji kompetensi teknis berupa presentasi dan wawancara panel.

Dalam tahap presentasi, peserta diminta menyampaikan gagasan terkait tema “Strategi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi menuju Pemerintahan yang Adaptif, Akuntabel, dan Berorientasi Hasil dalam Mendukung Visi dan Misi Kota Samarinda.”

Bahan presentasi maksimal 10 slide dengan durasi penyampaian sekitar 30 menit, yang setidaknya memuat latar belakang, analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, hasil yang ingin dicapai, rencana aksi, serta kesimpulan.

Kepala Inspektorat Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengaku tidak menyangka namanya masuk dalam daftar kandidat Sekda melalui skema manajemen talenta.

“Kalau saya sih sudah masuk daftar saja sudah diapresiasi. Masuk list itu saja sudah suatu penghargaan besar bagi saya,” ujarnya saat ditemui usai Exit Meeting Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kalimantan Timur di Kantor Inspektorat Kota Samarinda, Jumat 6 Maret 2026.

Neneng mengatakan dirinya akan mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.

“Kita ikuti saja prosesnya seperti apa. Hari Senin itu ada tes kesehatan. Namanya diundang ya kita hadiri dan jalani prosesnya,” katanya.

Ia mengaku belum melakukan persiapan khusus untuk mengikuti tahapan seleksi tersebut. Menurutnya, seluruh proses akan dijalani secara normal sebagaimana tugas ASN.

“Belum ada persiapan khusus, dijalani saja. Siap tidak siap harus siap, karena ASN kan di mana pun dan kapan pun harus siap menjalankan perintah,” ujarnya.

Neneng juga menyebut dirinya kemungkinan menjadi salah satu kandidat dengan usia relatif muda dibanding peserta lainnya.

“Saya paling bayi kayaknya di situ, saya juga baru sekitar lima bulan menjabat sebagai Inspektur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masuknya namanya dalam daftar kandidat Sekda berkaitan dengan posisi dalam sistem manajemen talenta ASN yang menempatkannya pada kotak sembilan.

“Kebetulan saya masuk di kotak sembilan manajemen talenta. Dari situ mungkin ketarik masuk dalam daftar peserta,” jelasnya.

Lebih jauh, Neneng menegaskan saat ini dirinya tetap fokus menjalankan tugas sebagai Inspektur Kota Samarinda, termasuk memperkuat program pengawasan dan komunikasi dengan masyarakat serta organisasi perangkat daerah.

“Saya masih fokus menjalankan tugas di Inspektorat. Program yang saya dorong itu Inspektorat mengayomi, membangun komunikasi dengan OPD, masyarakat, bahkan ke sekolah-sekolah supaya pengawasan lebih masif,” katanya.

Related posts

IKA Unmul akan Salurkan Bantuan PT BBE untuk Warga Terdampak Covid-19

Febiana

Turun Kelapangan, Chaerul Amir: Untuk Pastikan Laporan Adanya Perusahaan Tambang Gunakan Jalan Negara

natmed

Selama Covid-19 Omzet Pengadaian Naik, Nasabah Berkurang

natmed