Samarinda, Natmed.id – Proyek ambisius terowongan Kota Samarinda kembali menuai sorotan tajam terkait efisiensi anggaran. Komisi III DPRD Kota Samarinda dikejutkan dengan munculnya estimasi biaya tambahan sebesar Rp90 miliar.

Penambahan tersebut untuk penanganan longsoran di sisi inlet Jalan Sultan Alimuddin, padahal sebelumnya anggaran jumbo sudah dikucurkan untuk penguatan struktur.
Dalam sidak yang dilakukan Senin 2 Februari 2026, terungkap bahwa telah dilakukan penambahan struktur terowongan sepanjang 126 meter, 72 meter di sisi inlet dan 54 meter di sisi outlet) dengan menelan biaya sekitar Rp32 miliar.
Jika usulan Rp90 miliar ini disetujui, maka total pembengkakan biaya tambahan di luar kontrak awal mencapai angka fantastis, yakni Rp122 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar secara terbuka mempertanyakan urgensi dan rasionalitas angka tersebut kepada pihak kontraktor dan Dinas PUPR.
“Rp90 miliar ini angka yang sangat besar sebetulnya. Kita kan sudah melakukan penambahan struktur yang menelan dana kurang lebih Rp 32 miliar. Mestinya dengan penambahan struktur setebal 50 cm itu, sudah cukup kuat menahan longsoran dari kanan maupun kiri,” tegas Deni.
Deni menilai, seharusnya struktur tambahan yang sudah dibangun mampu berfungsi sebagai penahan beban tanah secara otomatis tanpa perlu biaya regrading yang membengkak hampir tiga kali lipat dari biaya struktur tambahan itu sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Samarinda Hendra Kusuma menjelaskan bahwa saat ini proyek masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor (PT PP). Segala kerusakan atau insiden yang terjadi di lapangan masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
“Kami masih melakukan analisis penyebab longsor. Jangan sampai diperbaiki tapi kejadian lagi karena penyebab dasarnya belum ketemu. Secara fisik keseluruhan memang sudah selesai di Desember,” ujar Hendra.
Terkait usulan penambahan anggaran Rp90 miliar, Hendra belum bisa memberikan kepastian karena perlu melakukan pengecekan ulang pada dokumen anggaran tahun 2026.
