Samarinda

Andi Harun akan Tanam Ulin dan Durian di Balai Kota

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun Saat Melakukan Peninjauan Pada Selasa,7/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan inspeksi mendalam terhadap proyek pembangunan taman yang terletak persis di samping Balai Kota Samarinda.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa ruang publik baru tersebut tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang matang dan nilai edukasi bagi masyarakat.

Andi Harun menekankan bahwa setiap sudut taman harus direncanakan dengan detail yang presisi, mulai dari pemilihan jenis vegetasi hingga ketahanan infrastruktur pendukungnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan tanaman yang lebih bervariasi untuk menghidupkan suasana taman. Ia memberikan instruksi tegas kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera merumuskan konsep lansekap yang lebih hijau dan tertata.

“Ada beberapa titik yang saya minta disempurnakan, terutama jenis tanaman. Saya sudah menugaskan DLH, saya beri waktu sampai hari Senin untuk menyampaikan kepada saya penataan jenis tanaman, apakah itu bunga atau yang lainnya,” tegas Andi Harun saat diwawancarai usai peninjauan taman pada Selasa, 7 April 2026.

Ia menginginkan adanya pohon peneduh di area bagian bawah taman agar pengunjung merasa nyaman meski di siang hari yang terik.

“Dibutuhkan tanaman peneduh di bagian bawah tadi. Nanti dikaji apakah jenis pohon yang rindang, beberapa pohon sekaligus akan dijadikan sebagai pembatas di pagar bagian bawah,” tambahnya.

Salah satu terobosan yang diusung dalam proyek ini adalah penggunaan area kosong sebagai zona konservasi terbatas bagi pohon-pohon endemik Kalimantan Timur.

Hal ini dimaksudkan agar taman Balai Kota memiliki karakter khas yang memperkenalkan kekayaan hutan Kalimantan kepada tamu-tamu daerah.

“Ada beberapa pohon endemik Kaltim yang ingin saya tanam di sini, seperti Ulin dan Bengkirai. Jadi nanti kita bisa perkenalkan kalau ada tamu datang. Ini loh jenis pohon ulin karena ruang di bagian bawah masih sangat cukup kalau hanya untuk dua atau tiga pohon saja,” jelasnya

Selain pohon keras, Wali Kota Andi Harun juga berencana menanam beberapa jenis pohon buah untuk menambah keragaman hayati.

“Sebagian lahan juga akan ditanami pohon buah-buahan, misalnya durian atau rambutan, tapi dalam jumlah terbatas agar tetap tertata,” imbuhnya.

Tak hanya soal estetika, sisi teknis pembangunan juga menjadi perhatian utama. Andi Harun menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menambah dinding penahan tanah atau turap di titik-titik tertentu guna menjaga kebersihan dan keamanan taman saat cuaca ekstrem.

“Diperlukan tambahan turap penahan dinding tanah di beberapa titik. Sebenarnya tidak longsor, cuma setiap kali hujan deras, air membawa material pasir dan kerikil ke bawah. Itu perlu ditata dengan dinding beton agar lebih rapi,” tuturnya.

Ia juga memastikan bahwa area bawah taman akan difungsikan sebagai lahan serapan air yang krusial bagi manajemen lingkungan di sekitar komplek Balai Kota.

Andi Harun memproyeksikan taman ini sebagai ruang multifungsi. Selain terbuka bagi warga Samarinda untuk bersantai, area tertentu akan disiapkan untuk kegiatan pemerintahan yang lebih santai atau outdoor.

“Area bawah itu bisa kita gunakan untuk internal pemerintah kota. Di suatu waktu kita bisa rapat outdoor di sana, atau menerima tamu-tamu dari luar daerah seperti bupati atau wali kota lain. Supaya suasananya tidak terlalu formal, kita bisa terima di taman ini,” ungkapnya.

Andi Harun menegaskan bahwa ia tidak akan meresmikan taman tersebut sebelum seluruh detail perbaikan dan penyempurnaan selesai dilakukan secara total.

Ia ingin memastikan bahwa saat dibuka nanti, taman sudah dalam kondisi terbaiknya tanpa ada kecacatan fisik seperti retak rambut pada dinding.

“Taman ini tetap untuk publik, terbuka setelah semua diberesin dan saya resmikan. Kalian tahu saya, sebelum meresmikan biasanya saya suruh benahi dulu semua kekurangannya. Jangan sampai setelah diresmikan baru ketahuan ada yang kurang,” tutup Andi Harun.

Mengenai pemeliharaan jangka panjang, Pemerintah Kota Samarinda tengah mengkaji skema pengelolaan yang paling efektif, apakah akan dikelola secara swakelola oleh Sekretariat Kota atau menggunakan jasa pihak ketiga (outsourcing) untuk menjamin kebersihan dan keasrian taman tetap terjaga.

Related posts

Kabar Baik Di Hari Kemerdekaan, Remisi Untuk WBP

Febiana

Pemberangkatan Haji 26 April, 5 Kloter dari Samarinda

Aminah

Wakil Wali Kota Samarinda Resmikan Penyaluran Bantuan Pangan CPPD untuk 400 KK

Adinda Febrianti