National Media Nusantara
Kutai KartanegaraNasional

Andi Harun akan Bawa Sarung Samarinda pada Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Teks: Silaturahmi dan Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada Kamis 8 Januari 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Jakarta, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun akan membawa Sarung Samarinda sebagai materi utama dalam ajang Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026, yang digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.


Andi Harun hadir dalam kegiatan silaturahmi dan presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang diikuti 10 bupati dan wali kota dari berbagai daerah, Kamis 8 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun mengambil undian nomor presentasi dan sempat memperoleh nomor 7, sebelum kemudian ditukar dengan Bupati Temanggung sehingga Samarinda mendapat nomor urut 3 untuk presentasi yang dijadwalkan berlangsung Jumat 9 Januari 2025 di Kantor PWI Pusat, Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, Sarung Samarinda dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan identitas yang kuat serta telah diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Salah satunya yang sudah terkenal sampai mendunia itu Sarung Samarinda itu yang diangkat Pak Wali Kota. Selain budaya, ini juga terkait dengan UMKM,” ujar Asli di sela kegiatan.

Pemkot Samarinda tidak hanya memosisikan Sarung Samarinda sebagai simbol budaya, tetapi juga mengintegrasikannya dalam ruang publik dan aktivitas keseharian warga. Implementasi tersebut terlihat dari penggunaan motif sarung pada median jalan, gapura kota, hingga seragam sekolah.

“Pasar seperti Citra Niaga juga menjadi ikon Samarinda yang dikaitkan dengan sarung. Jadi ini bukan sekadar jargon, tapi sudah dipraktikkan di masyarakat,” katanya.

Sarung Samarinda juga memiliki varian khas yang dikenal dengan nama Blang Hatta, yakni motif berwarna merah dengan kombinasi hitam yang terinspirasi dari kesukaan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

“Blang Hatta itu salah satu yang diangkat, warnanya merah dikombinasikan hitam,” jelasnya.

Asli menyebutkan, keikutsertaan Samarinda dalam Anugerah Kebudayaan PWI 2026 merupakan yang pertama kalinya dan langsung masuk dalam 10 besar kandidat penerima penghargaan.

“Ini terbuka untuk seluruh Indonesia, alhamdulillah Samarinda masuk 10 besar. Bahkan di daftar awal urutannya nomor dua,” ujarnya.

Ia optimistis presentasi yang akan disampaikan Andi Harun mampu memberikan gambaran utuh mengenai sejarah, nilai-nilai filosofis, hingga makna kebatinan Sarung Samarinda sebagai identitas budaya kota.

“Besok Pak Wali akan memaparkan sejarahnya, nilai-nilai budaya, psikologis, dan bagaimana sarung ini dimanfaatkan. Semua akan disampaikan,” katanya.

Asli menambahkan, keseriusan Wali Kota Andi Harun terlihat dari keterlibatan langsung dalam penyusunan materi presentasi hingga melakukan revisi berulang.

“Slide presentasi itu disusun langsung oleh beliau bahkan tadi masih direvisi lagi. Kami rapat sampai malam, dan itu menunjukkan keseriusan beliau,” ucapnya.

Dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap pemajuan kebudayaan selama ini juga cukup kuat. Sejumlah objek budaya telah masuk dalam registrasi tingkat provinsi dan terus didorong menuju pengakuan nasional.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda yang digelar sejak 2016 dan menempatkan peran kepala daerah sebagai aktor penting dalam pemajuan kebudayaan. Pada 2026, ajang ini kembali menegaskan pentingnya kebudayaan daerah sebagai fondasi pembangunan nasional.

Related posts

Kemenhub Bagikan Jaket Pelampung

Muhammad

Kualitas Air yang Telah Terdistribusi di IKN Jadi Perhatian Utama Pemerintah

ericka

JMSI Kaltim Utamakan Kualitas Bagi Anggotanya

Febiana

You cannot copy content of this page