Samarinda, Natmed.id – Selain menjadi salah satu masjid tertua di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Masjid Shiratal Mustaqiem juga menyimpan khazanah umat Islam yang makin jarang ditemukan di tempat ibadah lain. Al-Qur’an kuno berusia ratusan tahun yang hingga kini dijaga dan dilestarikan oleh pengurus masjid.
Sekretaris Pengurus Masjid Shiratal Mustaqiem Ishak Ismail mengatakan Al-Qur’an kuno tersebut merupakan salah satu benda bersejarah yang berada di masjid sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu.
“Di dalam masjid ini kami masih menyimpan Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berumur lebih dari tiga abad, ditulis tangan dan menjadi bagian warisan sejarah perjalanan Islam di Samarinda,” ujar Ishak saat wawancara Sabtu 21 Februari 2026.
Mushaf atau naskah Al-Qur’an itu bukan sekadar koleksi tua, tetapi mencerminkan keterhubungan generasi sebelumnya dengan tradisi ibadah dan pembelajaran agama. Ia menjelaskan bahwa sebagian warga setempat menyumbangkan mushaf kuno tersebut dan sejak itu menjadi bagian penting situs sejarah masjid.
“Al-Qur’an ini sangat kami jaga kondisinya. Ia menjadi saksi tentang bagaimana umat Islam sejak dahulu menghafal, membaca, dan memaknai Al-Qur’an jauh sebelum kitab ini dicetak massal seperti sekarang,” ujar Ishak.
Al-Qur’an berusia ratusan tahun itu diperkirakan berasal dari abad ke-18 hingga awal abad ke-19, berdasarkan penanggalan kertas dan tulisan tangan yang diperiksa oleh beberapa peneliti sejarah lokal dan akademisi agama.
Walau bukan barang pameran, keberadaan mushaf kuno ini sering menjadi daya tarik bagi peneliti, mahasiswa, dan pengunjung yang datang ke masjid tua ini. Masjid Shiratal Mustaqiem sendiri sudah berdiri sejak tahun 1881 dan menjadi pusat syiar Islam serta kegiatan keagamaan masyarakat sekitar hingga saat ini.
Selain Al-Qur’an kuno, masjid ini juga menyimpan beragam artefak lain seperti kotak infak bersejarah yang berusia lebih dari satu abad, yang semuanya mencerminkan keberlanjutan tradisi Islam yang kuat di Samarinda Seberang.
Ishak menambahkan bahwa pengurus masjid berupaya menjaga keutuhan serta kondisi Al-Qur’an kuno tersebut dengan melakukan perawatan berkala dan menempatkannya di lokasi yang aman di dalam bangunan utama masjid.
“Ini bukan sekadar kitab tua. Ini adalah bagian dari sejarah umat di sini. Kami ingin generasi masa kini dan mendatang bisa melihat, merasakan, dan menghormati warisan ini,” katanya.
Keberadaan mushaf kuno di Masjid Shiratal Mustaqiem menjadi salah satu alasan pentingnya pelestarian bangunan ini sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan, sekaligus menjadi penghubung generasi masa kini dengan tradisi Islam masa lampau.
