Samarinda, Natmed.id – Memasuki pekan terakhir Ramadan, aktivitas jual beli di kawasan Wisata Belanja Ramadan Gor Segiri Samarinda mulai menunjukkan penurunan. Sejumlah pedagang mengaku omzet tidak lagi setinggi pada awal bulan puasa.
Pemilik usaha kambing guling Uswatun Hasanah mengatakan penjualan pada minggu pertama Ramadan masih cukup tinggi. Saat itu ia bahkan membawa dua ekor kambing setiap hari untuk diolah menjadi menu kambing guling.
“Kalau minggu pertama itu masih bawa dua ekor sehari. Sekarang sudah turun, biasanya hanya satu ekor,” ujarnya.
Satu ekor kambing yang digunakan mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 110 porsi makanan yang dijual seharga Rp50 ribu per porsi. Selain kambing guling, ia juga menyediakan menu gulai kambing dan sop buntut.
“Yang paling banyak diminati itu kambing guling sama gulai,” katanya.
Uswatun mengaku selama ini usaha tersebut lebih dikenal pelanggan dari aktivitas jualannya setiap Minggu di kawasan Gor Sempaja. Di luar itu, pesanan biasanya datang melalui sistem katering atau pemesanan daring.
“Saya mulainya dari Gor Sempaja, setiap Minggu jualan di tempat jogging. Selain itu biasanya pesanan catering atau lewat WhatsApp,” ujarnya.
Penurunan omzet juga dirasakan pedagang kuliner lain di lokasi yang sama. Pemilik usaha Terang Bulan Mini Dans Dania,menyebut penjualan produknya ikut melandai setelah memasuki pertengahan Ramadan.
Dalam sehari, ia mampu menghabiskan sekitar lima kilogram adonan atau sekitar 50 porsi terang bulan mini. Namun jumlah tersebut tidak lagi setinggi pada awal Ramadan.
“Awal-awal Ramadan itu ramai sekali, sekarang sudah masuk sepuluh hari terakhir jadi agak menurun,” katanya.
Produk yang dijual memiliki dua kategori varian, yakni klasik seperti cokelat, kacang, dan keju, serta varian premium seperti Nutella, green tea, tiramisu, dan Oreo. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp65 ribu.
“Kami juga ada varian premium seperti Kunafa pistachio yang paling mahal Rp65 ribu,” ujarnya.
Pedagang makanan ringan lainnya, Elis pemilik usaha Dapur Mumtaz juga merasakan pola serupa. Ia menjual berbagai makanan seperti risol cokelat dan varian camilan lain yang biasanya dipasarkan di sekolah.
Menurut Elis, penjualan selama Ramadan tahun ini cenderung fluktuatif dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini naik turun banget. Kalau lagi ramai bisa sampai satu juta sehari, tapi kalau turun bisa sampai setengahnya,” katanya.
Ia memperkirakan penurunan omzet mulai terasa sejak memasuki minggu kedua Ramadan. “Biasanya setelah minggu kedua itu sudah turun sekitar 50 persen dari penjualan awal,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang pentol kriwil dan bakso goreng, Amin. Ia mengatakan penjualan cukup baik pada awal Ramadan, namun mulai berkurang menjelang akhir bulan.
“Kalau minggu pertama lumayan. Sekarang sudah mulai kurang juga,” katanya.
Pada masa ramai satu lapak bisa menjual ratusan porsi dalam sehari. Namun jumlah tersebut kini tidak lagi stabil seperti pada awal Ramadan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin, menyebut jumlah pengunjung memang menurun menjelang akhir Ramadan.
Pada awal pelaksanaan Pasar Ramadan jumlah pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari. Namun memasuki minggu terakhir jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 1.000 hingga 1.500 pengunjung.
“Kalau sudah minggu terakhir biasanya memang berkurang. Banyak masyarakat yang mulai beralih belanja kebutuhan Lebaran ke pusat perbelanjaan,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi Gor Segiri, Kamis 12 Maret 2026.
Meski demikian, Muslimin menilai sebagian pedagang tetap mampu menutup biaya operasional sejak awal Ramadan.
“Biasanya di minggu pertama itu mereka sudah bisa menutup biaya operasional. Minggu berikutnya itu baru menjadi keuntungan bagi mereka,” katanya.
Ia menambahkan keberadaan Wisata Belanja Ramadan di GOR Segiri pada dasarnya ditujukan untuk memberikan ruang usaha bagi masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini memang untuk memberi ruang bagi masyarakat agar bisa berusaha dan mendapatkan penghasilan selama Ramadan,” imbuhnya.
