Samarinda, Natmed.id – Di jalur strategis Samarinda–Bontang, tepatnya di kawasan Tanah Merah, sebuah restoran ayam goreng lokal kerap dipadati kendaraan travel antarkota.
Namanya Assalam Fried Chicken (AFC), jaringan kuliner lokal yang sejak 2018 tumbuh menjadi salah satu titik singgah utama penumpang perjalanan darat di Kalimantan Timur (Kaltim).
Owner Assalam Fried Chicken Ahmad Sukarman mengatakan usaha ini bermula dari gerai sederhana yang hanya menjual ayam goreng dan beberapa menu steak. Seiring waktu, konsep AFC berkembang menjadi semiresto dengan menu yang lebih beragam.
“Awalnya Januari 2018 kami buka hanya ayam goreng. Setelah berjalan, kami berkembang dan mulai franchise tahun 2020,” ujar Ahmad Sukarman saat ditemui di outlet Tanah Merah, Samarinda, Rabu 18 Mei 2026.
Cabang AFC kini tersebar di beberapa daerah, antara lain Jalan A Wahab Syahranie Samarinda, Tanah Merah, Malang, serta Kutai Barat. Namun, Ahmad mengakui fokus utama pengembangan saat ini berada di outlet Tanah Merah karena pertumbuhan pengunjung yang signifikan.
“Sekarang yang paling pesat memang di Tanah Merah. Hampir semua travel Balikpapan–Sangatta–Bontang mampir ke sini,” katanya.
Kerja sama dengan sejumlah perusahaan travel menjadi salah satu faktor utama peningkatan omzet AFC. Penumpang travel kerap menjadikan AFC sebagai tempat makan sebelum melanjutkan perjalanan jauh.
“Kami kerja sama dengan beberapa travel seperti Sanjaya, Cendana, Helda dan lainnya. Jalurnya sampai Bengalon, Sangatta, Wahau, bahkan Berau,” ucap Ahmad.
Menurutnya, AFC kini dikenal sebagai tempat transit kuliner, terutama bagi penumpang dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. “Banyak yang sengaja menahan lapar dari bandara supaya bisa makan di Tanah Merah,” ujarnya.
Perkembangan AFC tidak lepas dari pengalaman panjang Ahmad di dunia perhotelan. Ia mengawali karier sebagai juru masak sejak akhir 1990-an dan berpindah dari satu hotel ke hotel lain di Samarinda. Pengalaman terakhirnya di dunia hotel dijalani hingga 2010 di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.
“Basic saya memang dari dapur hotel itu yang saya bawa ke Assalam, walaupun ini restoran lokal,” katanya.
Pengalaman tersebut memengaruhi standar rasa dan penyajian di AFC. Mengusung konsep ayam goreng original tanpa varian rasa, AFC menawarkan kualitas rasa yang konsisten dengan harga terjangkau bagi berbagai kalangan.
Harga menu AFC dibanderol mulai Rp16.000 hingga Rp65.000 per porsi. Selain melayani makan di tempat, AFC juga menerima pesanan katering, meski bersifat pasif.
“Sebenarnya tanpa katering saja kami sudah cukup kewalahan, terutama H-10 Lebaran sampai arus balik,” ungkapnya.
Dalam kondisi ramai, omzet harian AFC di Tanah Merah bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp12 juta per hari.
“Itu omzet kotor. Bersihnya sekitar Rp6–7 juta,” katanya.
Kendati demikian, keterbatasan lahan parkir menjadi tantangan tersendiri. Ahmad menyebut banyak bus besar belum bisa masuk karena area parkir yang sempit.
“Ke depan kami ingin cari lokasi pinggir jalan dengan parkiran lebih luas, supaya bus dan travel lebih nyaman,” pungkasnya.
Sebagai kuliner lokal, AFC kini bukan sekadar tempat makan, tetapi telah menjadi bagian dari denyut perjalanan darat Kaltim tempat singgah, berkumpul dan mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
