
Bontang – Lapangan voli bukan sekadar arena mengejar kemenangan, tetapi juga tempat menempa mental dan melahirkan atlet masa depan. Semangat tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, saat mengapresiasi penyelenggaraan SPANSA CUP 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 SMP Negeri 1 Bontang.
Turnamen bola voli tingkat Kota Bontang tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat pembinaan olahraga sejak usia sekolah. Andi Faizal menilai, kegiatan ini menunjukkan bahwa perayaan hari jadi sekolah tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan generasi muda.
“Luar biasa, perayaan HUT yang sangat positif dan membangun. Bukan hanya perayaan, tapi kontribusi nyata untuk pembinaan olahraga Bontang,” ujar Andi Faizal.
Menurutnya, kehadiran kompetisi olahraga antarpelajar memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri. Melalui pertandingan, mereka tidak hanya belajar mengenai teknik permainan, tetapi juga memahami pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas.
“Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Jangan sampai ada potensi dan bakat olahraga yang tidak berkembang hanya karena kurangnya kesempatan mengikuti kompetisi,” ungkapnya.
Andi Faizal memandang pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan proses panjang yang dimulai dari lingkungan sekolah, kemudian dilanjutkan melalui latihan terarah dan kesempatan bertanding secara berkesinambungan.
Karena itu, turnamen seperti SPANSA CUP dinilai memiliki peran strategis dalam menemukan bibit-bibit atlet potensial. Para pelajar yang menunjukkan kemampuan menonjol dapat diarahkan untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut agar memiliki peluang meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Kita tentu berharap dari kegiatan seperti ini akan muncul atlet-atlet muda berbakat. Siapa tahu, dari lapangan sekolah inilah nantinya lahir pemain voli yang mampu mengharumkan nama Kota Bontang di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.
Selain menjadi wadah pencarian atlet berbakat, kompetisi olahraga juga memberikan pengalaman berharga dalam pembentukan karakter. Para peserta belajar menghadapi tekanan pertandingan, menghargai keputusan wasit, menerima kekalahan, serta merayakan kemenangan tanpa merendahkan lawan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan karakter yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Olahraga mengajarkan bahwa keberhasilan membutuhkan kerja keras, kekompakan, dan kesungguhan dalam menjalani proses.
“Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar menjunjung sportivitas, menghargai lawan, dan terus berusaha meningkatkan kemampuan mereka,” imbuhnya.
Di sisi lain, Andi Faizal turut memberikan apresiasi terhadap pihak SMP Negeri 1 Bontang yang mampu menghadirkan kegiatan positif dalam momentum peringatan hari jadi sekolah. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen olahraga menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia pendidikan terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Sekolah memiliki peran penting dalam menyediakan ruang pengembangan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Dengan adanya kompetisi yang terarah, pelajar memiliki kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan yang bermanfaat.
Keberadaan turnamen olahraga juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarpelajar dari berbagai sekolah di Kota Bontang. Persaingan yang berlangsung di lapangan dapat menjadi sarana membangun persahabatan, kebersamaan, serta semangat saling mendukung.
“Saya berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus dilaksanakan. Tidak hanya menjadi agenda tahunan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memajukan olahraga dan membina generasi muda Bontang,” tandasnya.
Penyelenggaraan SPANSA CUP 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan sekolah dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Melalui kompetisi yang melibatkan generasi muda, semangat olahraga dapat terus tumbuh sekaligus membuka peluang lahirnya atlet berprestasi.
Ke depan, kesinambungan kegiatan serupa menjadi hal penting agar potensi atlet muda tidak berhenti setelah turnamen berakhir. Dukungan sekolah, orang tua, pelatih, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembinaan olahraga yang lebih baik.
Dengan semangat tersebut, SPANSA CUP 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan cerita tentang kemenangan dan persaingan di lapangan. Lebih dari itu, turnamen ini dapat menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi atlet muda Kota Bontang yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi. (ADV/DPRD/Bontang).
