Samarinda, Natmed.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi di gedung barunya Jalan Imam Bonjol Samarinda, Sabtu 7 Februari 2026.

Gedung yang dibangun menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim senilai Rp16,5 miliar tersebut kini telah fungsional, meski masih menyisakan kebutuhan anggaran untuk pengisian fasilitas interior.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama. Ia berharap PWNU dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga kerukunan serta memperkuat nilai kebangsaan di Bumi Etam.
“Kami sangat mengharapkan masyarakat taat kepada ulamanya, dan yang lebih utama santun kepada sesama, menghormati pemimpin yang bekerja untuk kemaslahatan umat,” ujar Rudy Mas’ud.
Pembangunan gedung tiga lantai ini tercatat berlangsung sangat cepat. Sekretaris PWNU Kaltim Abubakar Madani, mengungkapkan bahwa proses konstruksi dimulai pada Oktober 2025 dan dinyatakan tuntas secara fisik pada Januari 2026.
“Dalam hitungan orang banyak ini sangat mengejutkan karena prosesnya begitu cepat. Lokasinya memang tidak sulit, tidak butuh pengerukan berat, tinggal pemantapan fondasi. Januari sudah selesai, Februari pembersihan, dan sekarang sudah bisa dipakai,” jelas Abubakar.
Meski fisik bangunan telah berdiri kokoh, operasional penuh gedung ini masih mengganjal pada aspek fasilitas pendukung.
Abubakar menyebut pihaknya masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk melengkapi peralatan di dalam gedung agar selaras dengan kemegahan bangunan baru tersebut.
PWNU Kaltim secara terbuka mengisyaratkan harapan agar Pemprov Kaltim kembali memberikan dukungan finansial, di samping mencari sumber pendanaan dari pihak ketiga.
“Secara fisik sudah selesai, tapi untuk melengkapi apa yang ada di dalam gedung ini, tentu membutuhkan bantuan pemerintah provinsi kembali atau mungkin dari pihak ketiga,” tambahnya.
Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat sentra literasi dan instrumen utama dalam mobilisasi program-program organisasi. Rencananya, peresmian besar (grand opening) akan dilaksanakan setelah Idulfitri, yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) dan Halalbihalal.
