Pendidikan

105 Peserta Ramaikan Lomba Mewarnai Tema Masjid Mekkah

Teks: Ratusan anak Paud lomba mewarnai di Halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan (Natmed.id/Sahal)

Kota Pasuruan, Natmed.id – Lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Pasuruan bertema Masjid Mekkah di Kelurahan Krampyangan, Sabtu 14 Februari 2026, diikuti 105 peserta menjadi rangkaian menyambut Ramadan dan memperingati Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan.

Panitia menetapkan enam pemenang yang terdiri atas Juara I, II, III serta Harapan I, II, dan III. Kegiatan tersebut digelar sebagai sarana menumbuhkan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai keagamaan kepada anak usia dini melalui media seni.

Ketua panitia acara yang juga Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia (PAUD) Imam Zamroni menjelaskan perlombaan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir karya, tetapi juga proses pembelajaran.

Ia menilai momen menjelang bulan suci menjadi kesempatan membangun karakter religius sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak belajar percaya diri dan mengekspresikan imajinasi mereka,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pembinaan pendidikan anak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Lucky Danardono menyampaikan apresiasi atas partisipasi sekolah dan dukungan orang tua. Ia menyebut kegiatan edukatif seperti ini sejalan dengan penguatan pendidikan karakter di jenjang PAUD.

Menurut Lucky, kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

“Pembinaan kreativitas harus dilakukan secara konsisten agar anak berkembang optimal,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah dengan pendampingan orang tua selama proses lomba hingga pengumuman hasil penilaian. Karya para peserta menampilkan ragam warna dan interpretasi gambar Masjid Mekkah sesuai imajinasi masing-masing.

Seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan mereka. Panitia menutup kegiatan dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para juara serta sesi dokumentasi bersama.

Panitia menetapkan enam pemenang yang terdiri atas Juara I, II, III serta Harapan I, II, dan III. Kegiatan tersebut digelar sebagai sarana menumbuhkan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai keagamaan kepada anak usia dini melalui media seni.

Perlombaan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir karya, tetapi juga proses pembelajaran. Ia menilai momen menjelang bulan suci menjadi kesempatan membangun karakter religius sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak belajar percaya diri dan mengekspresikan imajinasi mereka,” katanya.

Related posts

Pelajar di Kota Bontang Mendapatkan Tas Gratis,Neni : Diharapkan Mampu Meningkatkan Kualitas Pendidikan

natmed

Pariwisata Kaltim Akan Meningkat, SDM Perlu Disiapkan, Ini Kata Hetifah Sjaifudian

natmed

ISBI Kaltim Bakal Gelar Perkuliahan di Kukar, Prodi Sudah Disusun

ericka

Leave a Comment