Pasuruan, Natmed.id – Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo membuka Sarasehan Pemuda di Pendopo Surga Surgi, Rabu 11 Febuari 2026. Sarasehan untuk menyerap aspirasi generasi muda sekaligus memperkuat komitmen pemerintah mewujudkan Kota Layak Pemuda melalui dukungan regulasi daerah.
Kegiatan yang diikuti pemuda dari berbagai organisasi itu dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Asisten, dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Forum tersebut menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan pemuda terkait arah pembangunan daerah.
Adi Wibowo mengatakan pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk mendukung pengembangan generasi muda. Ia menegaskan regulasi tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program kepemudaan di Kota Pasuruan.
“Kita memiliki agenda Kota Pasuruan Layak Pemuda yang menjadi komitmen bersama. Harapannya, kebijakan ini diwujudkan melalui regulasi di tingkat daerah,” ujar Adi Wibowo.
Ia menjelaskan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada 2030 harus diantisipasi dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas pemuda. Menurutnya, kesiapan tersebut penting sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.
Adi Wibowo juga menyebutkan angka harapan hidup di Kota Pasuruan saat ini mencapai 74 tahun. Ia menilai capaian itu menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas generasi muda.
Salah satu peserta sarasehan, Rizky Maulana menyambut forum tersebut sebagai kesempatan menyampaikan aspirasi. Ia berharap pemerintah terus membuka ruang dialog agar pemuda dapat terlibat dalam perencanaan pembangunan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan, sehingga pemuda bisa berkontribusi langsung melalui ide dan gagasan untuk kemajuan kota,” katanya.
Pemerintah Kota Pasuruan juga memprioritaskan pengembangan sektor ekonomi kreatif, industri mebel, produk logam, dan sport tourism yang dinilai berpotensi melibatkan generasi muda. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan peran pemuda.
Melalui sarasehan ini, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya sinergi antara pemuda dan pemerintah dalam mendukung pembangunan. Hasil diskusi akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program kepemudaan di Kota Pasuruan.
