DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Minta Perbaikan Segera Gedung Pandurata RSUD AWS Sebelum Difungsikan

Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra Saat Sidak Gedung Pandurata RS AWS (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang menelan anggaran Rp380 miliar hampir rampung. Namun Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menemukan sejumlah risiko keselamatan yang berpotensi membahayakan pasien jika gedung difungsikan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra menyoroti akses penghubung antara gedung lama dan Gedung Pandurata yang terlalu curam.

“Akses ini berisiko bagi pasien, terutama yang menggunakan kursi roda atau tempat tidur dorong. Harus ada desain ulang yang lebih aman dan ramah pasien sebelum gedung difungsikan,” tuturnya usai inspeksi mendadak (sidak) pada Senin 9 Februari 2026.

Selain itu, lebar pintu di hampir seluruh ruang masih sekitar 1,2 meter, yang menurut Andi Satya tidak memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

“Kalau pintu sempit, mobilitas pasien dan alat medis bisa terganggu, apalagi dalam situasi darurat,” jelasnya.

Komisi IV juga menemukan sejumlah area terbuka yang dirancang untuk distribusi obat menggunakan drone, namun dikhawatirkan menimbulkan risiko keselamatan.

“Niatnya baik, tapi kalau berisiko bagi pasien, sebaiknya ditutup dulu. Kita tidak ingin terjadi insiden fatal,” tambahnya.

Gedung delapan lantai ini hingga kini belum dilengkapi peralatan medis. Komisi IV mendesak pengadaan alat kesehatan segera direalisasikan melalui anggaran 2026 dengan estimasi biaya sekitar Rp200 miliar.

“Gedung sudah berdiri tapi belum siap dipakai. Keselamatan pasien harus diutamakan, bukan sekadar mengejar target operasional,” tegas Andi Satya.

Politisi Golkar ini menekankan bahwa percepatan pemanfaatan Gedung Pandurata harus diiringi perbaikan teknis yang menyeluruh, termasuk sistem listrik, pencahayaan, dan jalur evakuasi.

Menurutnya, pengabaian aspek keselamatan bisa berakibat fatal, mengingat fasilitas ini akan menampung ratusan pasien dan tenaga medis.

Komisi IV menegaskan pihak rumah sakit dan Pemprov Kaltim harus menyelesaikan semua koreksi teknis sebelum Gedung Pandurata resmi difungsikan.

“Ini proyek strategis dengan investasi besar, tapi jika tidak diperhatikan aspek keselamatan, nilai investasi itu sia-sia. Pasien dan tenaga medis harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Related posts

Nidya Listiyono: Maulid Nabi Sebagai Bukti Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

Aminah

Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar, Andi Satya Sebut Terlalu Berisiko

Nanda

Syahariah Mas’ud Kritik Lemahnya Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltim

Paru Liwu

Leave a Comment