Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim Menilai Revamping Sebagai Investasi Jangka Panjang

Teks: Peresmian Proyek Revamping Ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kaltim

Bontang, Natmed.id — Beroperasinya proyek revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), menandai langkah strategis industri pupuk nasional dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Bagi sektor pangan, revitalisasi ini bukan sekadar pembaruan fasilitas lama, melainkan fondasi untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk di tengah tuntutan efisiensi, energi bersih, dan ketahanan pangan jangka panjang.

Peresmian proyek dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Dr Rudy Mas’ud, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pimpinan Pupuk Indonesia dan PKT.

Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor tersebut menegaskan peran PKT sebagai simpul penting dalam ekosistem pangan nasional.

Pabrik amoniak PKT yang pertama kali beroperasi pada 1984 selama puluhan tahun menjadi tulang punggung produksi pupuk, tidak hanya untuk Kalimantan Timur, tetapi juga skala nasional.

Seiring bertambahnya usia fasilitas dan meningkatnya tuntutan teknologi, modernisasi menjadi keniscayaan agar industri pupuk tetap kompetitif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menilai revamping pabrik ini sebagai investasi jangka panjang, bukan proyek seremonial.

“Yang diperkuat adalah keandalannya. Ini soal memastikan pasokan pupuk tetap aman, efisien, dan siap menjawab kebutuhan masa depan,” ujarnya Rudy Mas’ud, Kamis, 29 Januari 2026.

Selain itu, ia sampaikan pabrik yang efisien akan berdampak langsung pada stabilitas distribusi pupuk, baik untuk Kalimantan Timur maupun wilayah lain. Dalam jangka panjang, hal ini dinilai penting untuk menjaga ritme produksi pertanian nasional.

Dari sisi energi dan lingkungan, revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 membawa perubahan signifikan. Konsumsi gas alam menjadi lebih hemat, sementara emisi berhasil ditekan.

“Transformasi ini mencerminkan arah baru industri pupuk yang tidak lagi hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan,”pesan Rudy Mas’ud.

Related posts

Faisal Ajak Organisasi Olahraga Berinovasi dan Tidak Terpaku pada Dana Pemerintah

Aminah

Wartawati Narasi.co Raih Juara Lomba Jurnalistik Kedaulatan Pangan Kaltim

Aminah

Sistem Rujukan RSUD Perlu Lebih Tepat dan Tertib

Sukri

Leave a Comment