Bogor, Natmed.id – Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp295 triliun pada 2026 dengan suku bunga 6 persen per tahun untuk mendorong pertumbuhan dan kenaikan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor produksi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, penguatan UMKM menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.
“Bapak ibu adalah penunjang perekonomian nasional dan pahlawan ekonomi Indonesia. Ekonomi kita bisa bertahan karena UMKM,” ujar Airlangga saat menghadiri Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC) di Kabupaten Bogor, Senin 26 Januari 2026.
Kebijakan KUR 2026 akan dibuat lebih fleksibel, dengan peningkatan porsi pembiayaan ke sektor produktif agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas. Langkah ini diharapkan memperkuat pemerataan ekonomi hingga tingkat lokal.
Selain pembiayaan, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi UMKM. Hingga kini, sekitar 25 juta UMKM telah terintegrasi dalam ekosistem digital. Transaksi menggunakan QRIS tercatat tumbuh 139,99 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal IV-2025 dan didominasi oleh pelaku UMKM.
“Digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM di tengah transformasi ekonomi,” kata Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk melalui ekosistem Sampoerna Retail Community (SRC) yang telah berjalan selama 18 tahun. Saat ini, SRC memiliki sekitar 250 ribu toko mitra dan dinilai berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Total omzet warung anggota SRC mencapai sekitar Rp236 triliun per tahun, atau setara 11,3 persen dari PDB ritel nasional, serta menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja di berbagai daerah.
“Kita beri tepuk tangan karena SRC adalah contoh pemerataan yang nyata. Kepemilikan usaha ada di tangan UMKM, bukan konglomerasi,” ujar Airlangga.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Ferry Irawan, Staf Ahli Menko Perekonomian Haryo Limanseto, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, serta jajaran manajemen PT HM Sampoerna Tbk dan SRC Indonesia.
