National Media Nusantara
Samarinda

Incinerator Samarinda Sudah Rampung, Pemkot Kebut Infrastruktur Pendukung dan Keamanan Kerja

Teks: Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kota Samarinda terus memacu penyelesaian proyek strategis pengelolaan sampah melalui pembangunan gedung incinerator (insinerator).

Dalam laporan terbaru yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso progres pembangunan fisik gedung utama kini telah mencapai angka 100 persen.

Meskipun bangunan utama telah rampung, pemerintah kini fokus pada tahap penyempurnaan perakitan mesin, penyediaan infrastruktur pendukung, hingga jaminan keselamatan bagi para pekerja yang akan mengoperasikan teknologi pemusnah sampah tersebut.

Suwarso menjelaskan bahwa dari total unit yang direncanakan, mayoritas telah selesai dirakit. Namun, masih ada dua lokasi yang sedang dalam tahap pengerjaan intensif guna memastikan seluruh sistem pembakaran sampah dapat berfungsi optimal.

“Prinsipnya untuk gedung itu sudah 100% bangunannya ya. Incinerator yang 8 unit sudah selesai, yang 2 unit di Handil Bakti dan di Simpang Pasir itu masih berprogres untuk perakitannya,” ungkap Suwarso.

Selain mesin, pemenuhan kebutuhan air menjadi krusial dalam sistem ini. Air diperlukan untuk proses hidro pengolahan uap yang menjadi bagian dari mekanisme kerja insinerator.

Saat ini, sambungan air telah masuk ke hampir seluruh titik, menyisakan satu lokasi yang sedang dalam tahap penyelesaian.

Fokus utama lainnya adalah memastikan akses mobilitas kendaraan pengangkut sampah berjalan lancar. Mengingat sampah yang akan diolah memiliki tonase yang berat, diperlukan kondisi jalan yang memadai serta penerangan yang cukup untuk aktivitas di malam hari.

Tercatat ada 7 titik jalan akses menuju lokasi incinerator yang akan segera diperbaiki, meliputi kawasan Handil Bakti, Simpang Pasir, Baka, Jalan Wanyi, Tani Aman, Bukit Pinang, dan Lempake.

Kemudian anggaran sebesar kurang lebih Rp3 miliar telah dialokasikan melalui Dinas PUPR untuk pengerasan jalan di 7 titik dengan jarak bervariasi antara 35 hingga 315 meter.

Selain itu, anggaran sebesar Rp181 juta disiapkan untuk pemasangan 21 tiang lampu penerangan di 4 lokasi utama guna mendukung keamanan operasional di malam hari.

“Jalan harus bagus ya, karena muatan berat. Jangan sampai ada kecelakaan di pengangkutannya. Dari PUPR menyampaikan, diupayakan minggu depan itu sudah bisa dikerjakan semua. Kalau cuaca bagus diharapkan selesai,” tambah Suwarso.

Mengenai tenaga kerja, Suwarso memastikan bahwa kebutuhan operator, kepala kerja, hingga petugas keamanan sudah mulai terpenuhi, terutama untuk titik-titik yang telah menjalani uji coba seperti Air Hitam, Lok Bahu, Bukit Pinang, dan Lempake.

Proses seleksi terus berjalan beriringan dengan penyelesaian perakitan mesin. Aspek yang tak kalah penting adalah Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja.

Mengingat mereka bekerja di lingkungan dengan suhu ekstrem, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan atensi khusus pada pengadaan pakaian tahan panas.

“Tadi Pak Wali menyampaikan, karena bekerja di suhu yang panas ya idealnya pakaian-pakaian yang tahan terhadap suhu panas. Makanya ini secara bertahap kita usulkan, mudah-mudahan bisa diakomodir untuk pakaian yang penting, karena ini perlindungan kepada pekerja,” jelasnya.

Dengan rampungnya infrastruktur pendukung seperti jalan dan LPJU dalam waktu dekat, sistem incinerator ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh guna mengatasi permasalahan sampah di Kota Samarinda secara lebih modern dan higienis.

Related posts

Didit Pambudi Dilantik Sebagai Ketua PN Samarinda, Begini Harapan Hero Mardanus

Laras

Usaha Tenun Sarung Samarinda Bertahan 35 Tahun, Permintaan Tetap Tinggi

Rhido

Kenalkan Budaya dan Ekraf ke Tingkat Global, Road to EBIFF dan Kemilau Kaltim Fest 2024 Digelar

Aminah

You cannot copy content of this page