National Media Nusantara
Olahraga

GJL U-13 Gagal Tanding di Kelapa Dua, Pembinaan Usia Dini Kembali Terganggu

Teks: Situasi Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, saat laga Garuda Junior League U-13 batal digelar.

Tangerang, Natmed.id – Pelaksanaan Garuda Junior League (GJL) U-13 di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang gagal digelar akibat persoalan penggunaan lapangan, meski seluruh tim peserta telah hadir di lokasi.

Pembatalan mendadak ini kembali memunculkan persoalan klasik dalam pembinaan sepak bola usia dini, yakni lemahnya kepastian fasilitas.

Pertandingan yang sedianya berlangsung Minggu 25 Januari 2026 tersebut dibatalkan setelah pengelola lapangan menyatakan kondisi lapangan tidak layak digunakan karena dinilai becek

Keputusan itu langsung menuai kekecewaan dari penyelenggara, klub peserta, hingga orang tua pemain yang telah mempersiapkan diri sejak jauh hari.

Ketua Liga GJL U-13 sekaligus praktisi sepak bola, Taufik Jursal Effendi, menilai pembatalan tersebut tidak berdasar karena kondisi lapangan dinilainya masih memungkinkan untuk pertandingan usia dini.

“Kami sudah cek langsung ke dalam lapangan, tidak ada masalah. Dua hari terakhir juga tidak hujan. Ini pertandingan U-13 untuk pembinaan anak-anak, bukan sepak bola dewasa,” ujar Taufik di halaman Stadion Mini Kelapa Dua.

Ia menegaskan, seluruh tim peserta seperti SSB Jalal Jalil, Imadara, PERU, dan SalFas telah hadir sebelum keputusan pembatalan disampaikan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Tidak ada pemberitahuan jauh hari. Hari ini baru disampaikan lapangan tidak bisa dipakai. Padahal pembayaran sudah dilakukan sejak 10 Januari. Kalau dari awal disampaikan, kami pasti bisa mencari lapangan alternatif,” tegasnya.

Kejadian ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi mencerminkan lemahnya komitmen terhadap pembinaan sepak bola usia dini di daerah. Ia mengaku telah menghubungi mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, yang menyarankan agar dilakukan koordinasi dengan pihak kecamatan.

“Saya sudah 30 tahun tinggal di sini, ini rumah saya dekat. Sangat disayangkan pembinaan anak-anak justru sering terkendala hal-hal seperti ini. Saya berharap ini ulah oknum, bukan kebijakan daerah,” katanya.

Akibat pembatalan tersebut, panitia memutuskan menunda pertandingan dan memindahkan lokasi ke Lapangan Porti pada pekan berikutnya.

Sementara itu, Ketua Pengelola Stadion Mini Kelapa Dua, Raihan, membantah adanya penghambatan kegiatan. Ia menegaskan keputusan penundaan diambil untuk menjaga kondisi fasilitas publik.

“Kendalanya murni lapangan. Kontur tanah belum padat karena dua minggu terakhir hujan terus. Walaupun dua hari ini tidak hujan, kondisi tanah masih lembek,” jelas Raihan.

Ia mengklaim pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut sebelumnya dan menegaskan tidak ingin melanggar aturan pengelolaan fasilitas pemerintah.

“Ini fasilitas milik pemerintah. Ada aturan yang harus dijaga. Kalau dipaksakan dan rusak, justru kami yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Namun, pembatalan mendadak tetap menyisakan kekecewaan di kalangan orang tua pemain. Ulfa (40), wali pemain SSB Jalal Jalil U-13, menyebut anak-anak sudah siap bertanding sebelum kabar pembatalan disampaikan.

“Kecewa sekali. Anak-anak sudah siap, orang tua sudah atur waktu. Harusnya dari kemarin dikasih tahu, bukan pas hari H,” katanya.

Ia menambahkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, meski sebelumnya hanya berupa penundaan beberapa jam.

“Kasihan orang tua yang harus izin kerja atau ganti jadwal. Ini pembinaan anak, harusnya lebih diperhatikan,” ujarnya.

Garuda Junior League U-13 sendiri dirancang sebagai kompetisi berkelanjutan untuk pembinaan usia dini. Setiap tim dijadwalkan memainkan sembilan pertandingan dalam lima bulan, dengan sistem dua pekan sekali.

Kompetisi direncanakan berlangsung pada 25 Januari, 1 Februari, dan 8 Februari 2026, lalu berlanjut kembali pada Mei hingga Agustus 2026 setiap hari Minggu. Setiap laga dimainkan dengan durasi 2 x 20 menit, jeda lima menit, kuota 20 pemain per tim, serta maksimal tujuh pergantian pemain guna memperluas jam terbang atlet muda.

Related posts

Futsal Sarungan Warnai Hari Santri Nasional 2025

Sahal

Harum Cup 2022, Bangun Karakter Anak Siapkan Ke Level Nasional

Aditya Lesmana

DBON Kaltim Gelar Kejuaraan Pelajar Diikuti 10 Kabupaten-Kota

Nediawati

You cannot copy content of this page