Probolinggo, Natmed.id — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo untuk memperkuat kolaborasi penanganan masalah kesejahteraan sosial, Rabu 21 Januari 2026.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinsos Kabupaten Probolinggo tersebut dipimpin Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo, Siti Mariam. Agenda ini membahas sinergi program pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan persoalan sosial di daerah.
Siti Mariam menyatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan mitra strategis, termasuk organisasi kepemudaan, untuk menjangkau persoalan sosial secara lebih efektif. Keterbatasan sumber daya menjadi tantangan dalam penanganan kesejahteraan sosial yang kompleks.
“Masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Probolinggo cukup beragam, mulai dari akurasi DTKS, anak jalanan, pernikahan dini, hingga penanganan disabilitas dan lansia terlantar,” ujar Siti Mariam.
Ia menyoroti persoalan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang masih memunculkan kesalahan sasaran bantuan. Menurutnya, peran masyarakat dan relawan sangat dibutuhkan dalam proses verifikasi lapangan.
“Kami berharap dukungan PMII dapat mempercepat validasi data agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran,” katanya.
Selain data, Dinsos juga menekankan pentingnya pencegahan masalah sosial jangka panjang. Edukasi terkait pernikahan dini dinilai krusial karena berdampak pada kemiskinan baru dan risiko stunting.
“Pendekatan preventif melalui edukasi di tingkat desa perlu diperkuat. PMII memiliki program yang relevan untuk mendukung upaya ini,” tambah Siti Mariam.
Ketua PMII Probolinggo, Dedi Bayu Angga, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan PMII siap terlibat aktif melalui pendampingan masyarakat, termasuk program verifikasi data sosial dan pelayanan bagi kelompok rentan.
“PMII siap bersinergi dengan Dinsos untuk memperluas jangkauan layanan sosial, khususnya bagi masyarakat yang sulit mengakses program pemerintah,” ujarnya.
