Jakarta, Natmed.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir melepas peserta Kemah Budaya yang menjadi rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menuju perkampungan Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Januari 2026 dan diikuti wartawan serta sastrawan dari berbagai daerah. Pelepasan peserta dilakukan di Aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta Kamis 15 Januari 2026.
Ahmad Munir hadir didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sakedang, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati.
Dalam sambutannya, Ahmad Munir menyebut Kemah Budaya sebagai terobosan baru dalam sejarah HPN yang pertama kali digelar pada 1982. Pemilihan Baduy dinilai relevan karena menawarkan pembelajaran langsung tentang kehidupan yang selaras dengan alam dan nilai-nilai tradisi.
“Di Baduy, teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam dan hidup secara tradisional tanpa teknologi modern. Tidak ada internet, listrik, dan peralatan modern. Ini tempat yang tepat untuk capacity building di tengah situasi yang serba terbatas,” ujar Munir yang akrab disapa Cak Munir.
Ia juga mengingatkan peserta untuk melakukan pendalaman materi sebelum berangkat serta mematuhi seluruh larangan dan aturan adat setempat. Menurutnya, keteguhan masyarakat Baduy dalam menjaga ajaran leluhur, alam, dan kohesi sosial merupakan pelajaran penting di tengah arus modernisasi.
“Pelajari bagaimana komunitas Baduy menjaga keberlanjutan hidupnya di tengah kemajuan zaman. Hormati semua pantangan dan aturan adat yang berlaku,” katanya.
Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati menjelaskan, kegiatan ini diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan dengan porsi berimbang. Total peserta berjumlah 41 orang yang berasal dari berbagai daerah, antara lain Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.
“Karya tulis peserta paling lambat dikirim pada 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten, 8 Februari 2026,” kata Kunni.
Ia menambahkan, kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan membutuhkan stamina prima. Karena itu, peserta diimbau memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani sebelum mengikuti kegiatan.
Rombongan dijadwalkan diterima Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Selama kegiatan, peserta juga akan berdiskusi dengan pemuka adat dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat serta kehidupan sosial budaya masyarakat Baduy.
