National Media Nusantara
Kalimantan Timur

80 Tahun Indonesia Merdeka, Masih Banyak Daerah di Kaltim Terisolir

Teks: Gubernur Rudy Mas'ud dan Wagub Seno Aji di tengah perayaan HUT ke-69 Kaltim. Masih banyak daerah terisolir, tahun ini fokus konektivitas

Samarinda, Natmed.id – Di usia ke-69 tahun, Kalimantan Timur tak sekadar merayakan hari jadi. Dari Gelora Kadrie Oening Samarinda, sebuah pesan besar dideklarasikan. Tahun 2026 harus menjadi tahun kebangkitan konektivitas Kalimantan Timur.

Pesan itu ditegaskan langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, yang berdiri sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur, Jumat 9 Januari 2026.

Di hadapan ribuan peserta upacara dan jajaran pimpinan daerah, Gubernur Rudy menegaskan arah pembangunan Kaltim ke depan akan bertumpu pada satu kata kunci, yakni konektivitas.

“Catatan penting kami hari ini adalah konektivitas. Infrastruktur harus dibangun lebih baik, karena itu adalah pelayanan dasar bagi masyarakat,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud kepada wartawan usai upacara.

Bagi Gubernur, infrastruktur bukan sekadar beton, aspal, atau jembatan. Ia adalah urat nadi keadilan, bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dihadirkan negara hingga ke pelosok.

Namun realitas di lapangan masih menyisakan ironi. Di usia Indonesia yang hampir delapan dekade merdeka, masih ada wilayah Kalimantan Timur yang terisolasi dan sulit diakses.

Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Paser, hingga jalur strategis Bongan–Sotek yang menghubungkan Kutai Barat dengan Penajam Paser Utara, menjadi potret nyata ketimpangan konektivitas.

“Saya sudah berkeliling langsung. Masih ada wilayah yang sulit diakses. Ini tidak boleh dibiarkan,” tandasnya.

Dengan nada optimistis namun penuh tekad, Gubernur Rudy memastikan 2026 akan menjadi momentum perubahan besar.

“Semoga tidak ada aral melintang. Tahun 2026 harus menjadi era kebangkitan, di mana konektivitas tersambung ke seluruh 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” tegasnya mantap.

Visi itu tak berhenti di batas administratif provinsi. Kaltim menatap lebih jauh. Dari Mahakam Ulu, konektivitas diharapkan menembus batas, menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah, membuka poros pertumbuhan baru dari pedalaman Kalimantan.

Gubernur Rudy Mas’ud menyebut HUT ke-69 Kaltim sebagai ruang refleksi besar tentang perjuangan para pendahulu, kerja keras generasi hari ini, dan tanggung jawab berat untuk menyiapkan masa depan daerah.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, sebuah penegasan bahwa pembangunan Kaltim berorientasi pada manusia sebagai pusat kemajuan.

“Ini adalah janji untuk melahirkan generasi emas Kalimantan Timur. Generasi yang berilmu, berkarakter, dan tangguh menghadapi zaman,” ucapnya.

Visi besar itu diterjemahkan melalui penguatan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan melayani.

Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan tak cukup diukur dari grafik ekonomi.

“Pembangunan harus adil dan harus dirasakan semua. Itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Kaltim telah menjalankan berbagai langkah konkret, salah satunya melalui Program Gratispol sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan kami tempatkan di garis terdepan. Pendidikan bukan beban, tapi investasi. Investasi besar untuk kejayaan Kalimantan Timur di masa depan,” tandas Gubernur.

Momentum HUT ke-69 juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada daerah dan aparatur berprestasi.

Arindama Utama Bidang Pelayanan Publik diraih Kota Balikpapan, sementara Arindama Utama Bidang Pembangunan Ekonomi diberikan kepada Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk kategori camat berprestasi, Camat Long Kali, Kabupaten Paser, M Arfah dinobatkan sebagai Camat Terbaik I. Disusul Camat Samboja, Kutai Kartanegara Burhanudin sebagai Terbaik II dan Camat Balikpapan Barat Erwin sebagai Terbaik III.

Rangkaian acara ditutup dengan suguhan seni budaya yang memukau. Dispora Drum Corp (DDC) binaan Dispora Kaltim menggema penuh semangat, disusul tarian kolosal pelajar dan mahasiswa binaan UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan Kaltim yang merangkai harmoni tiga wajah budaya Kaltim, pesisir, pedalaman, dan keraton.

Puncaknya, Gubernur, Pangdam, Kapolda, bersama para pelajar dan mahasiswa menutup peringatan dengan tarian massal Tari Jepen. Sebuah simbol persatuan, optimisme, dan tekad bersama menyongsong Kalimantan Timur yang terhubung, maju dan berkeadilan.

Related posts

Meski Sempat Tegang, Aksi Mahakam di DPRD Kaltim Berlangsung Tertib

Adinda Febrianti

Peringatan HUT Ke-52, DP Korpri Kaltim Gelar Berbagai Kegiatan Menarik

Laras

Hadapi Pemangkasan Anggaran, DPTPH Alihkan Pembiayaan Program ke APBN

Aminah

You cannot copy content of this page