Kalimantan Timur

BPSDM Kaltim Apresiasi ASN Berprestasi 2025

Teks: Novi Satria Jatmiko, Widyaiswara Ahli Pertama, penerima penghargaan peringkat ke-1 Pengembangan Bangkom

Samarinda, Natmed.id – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur Nina Dewi memberikan apresiasi tinggi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengembangan kompetensi selama tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk motivasi sekaligus penguatan komitmen lembaga dalam menciptakan SDM aparatur yang berkualitas di Kalimantan Timur.

Teks: Rina Kusharyanti, Sekretaris BPSDM Kaltim, penerima penghargaan tertinggi penyerapan anggaran Tahun 2025.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Nina Dewi saat memimpin apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim pada Selasa, 6 Januari 2026.

Selain memberikan penghargaan kepada individu dengan jam pelajaran (JP) tertinggi, momentum ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja organisasi yang mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi.

Nina Dewi mengungkapkan rasa syukurnya atas kinerja kolektif seluruh jajaran BPSDM Kaltim.

Ia mengumumkan bahwa BPSDM Kaltim berhasil mengukir prestasi dengan menduduki peringkat lima besar dalam capaian serapan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk tahun anggaran 2025.

Sebagai bentuk penghormatan atas tata kelola anggaran yang efektif, Nina Dewi memberikan penghargaan kepada para Pejabat Administrator (Eselon III) berdasarkan performa bidang masing-masing.

Penghargaan tersebut diterima oleh, Rina Kusharyanti (Sekretaris BPSDM) sebagai peringkat pertama. Apriyana (Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional/PKMF) di urutan kedua. Roslinda (Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis/PKT) di urutan ketiga. Djaitun (Kabid Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan/SKPK) di urutan keempat.

Sorotan utama dalam pemberian penghargaan kali ini adalah kategori pengembangan kompetensi individu. Dari 10 besar ASN dengan jam pelajaran tertinggi, enam posisi teratas disapu bersih oleh para Pejabat Fungsional Widyaiswara.

Novi Satria Jatmiko, seorang Widyaiswara Ahli Pertama yang memiliki latar belakang sebagai mantan Kepala Cabang Bankaltimtara, sukses menempati posisi puncak dengan total 780 JP.

Di posisi kedua, Muhammad Deny Sahroni yang dikenal sangat menguasai regulasi kepelatihan meraih peringkat kedua, disusul oleh Mochamad Ridwan di posisi ketiga dengan 546 JP.

Peringkat selanjutnya diisi oleh Hermi Yunisa, Sugeng Chairuddin, dan Surmiati, serta beberapa staf dari bagian sekretariat dan bidang lainnya.

Koordinator Widyaiswara Jauhar Efendi menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata dari peran widyaiswara sebagai teladan.

“Sebagai widyaiswara, tugas utamanya adalah sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus transfer ilmu pengetahuan dan keteladanan. Oleh karena itu, seorang widyaiswara harus menjadi manusia pembelajar sebelum mengajar orang lain,” jelas Jauhar Efendi.

Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut jauh melampaui standar minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni 20 JP per tahun untuk PNS dan 24 JP untuk PPPK. “Ini adalah hal yang sangat positif bagi organisasi,” imbuhnya.

Meski mengawali tahun dengan penuh prestasi, Nina Dewi tidak menampik adanya tantangan berat di tahun 2026. Pagu anggaran BPSDM Kaltim diketahui mengalami penurunan drastis hingga 65 persen.

Namun, hal ini tidak menyurutkan optimisme kepemimpinannya.
Dalam kutipan penutupnya, Nina mengingatkan jajarannya mengenai aturan mandatory spending untuk pengembangan kompetensi yang menjadi dasar keyakinannya bahwa dukungan anggaran akan kembali menguat pada perubahan nanti.

Kendati pagu anggaran tahun 2026 mengalami penurunan drastis sekitar 65 persen, Nina berharap para widyaiswara tetap bekerja dengan semangat. Karena BPSDM berdasarkan aturan anggarannya menganut mandatory spending sebesar 0,37 persen dari jumlah APBD. Karena itu Ia optimis pada tahun 2026 ini melalui mekanisme APBD-P, akan mendapatkan pagu tambahan anggaran.

Acara apel pagi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan tanda mata sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi atas dedikasi tanpa henti para ASN BPSDM Kaltim dalam meningkatkan kompetensi diri demi kemajuan Benua Etam.

Related posts

Wagub Kaltim Minta Tak Lulus Uji Emisi, Perpanjangan Pajak STNK Ditunda

Nediawati

Basri Rase Kembali Mutasi

natmed

Kaltim Kembali Juara Umum STQH Nasional 2025, Bukti Pembinaan Qur’ani yang Konsisten

Aminah

Leave a Comment