Pasuruan, Natmed.id – Angin kencang datang tanpa banyak peringatan di sejumlah sudut Kabupaten Pasuruan. Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem meninggalkan jejak berupa rumah ambruk, pohon tumbang, hingga atap kafe yang rusak.
Malam Sabtu 3 Januari 2026 menjadi momen yang tak mudah dilupakan Abdul Kholik. Rumahnya di Dusun Wuwung, Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan, roboh setelah diterjang angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras.
Di wilayah lain, peristiwa serupa terjadi hampir bersamaan. Rumah Aminah di Dusun Ploso, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, ambruk akibat terpaan angin yang berputar cepat dan merobohkan struktur bangunan.
Rentetan kejadian berlanjut keesokan harinya. Minggu sore, pohon besar tumbang dan menimpa atap Kafe Elwoods, menyebabkan kerusakan cukup serius pada bagian bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan kondisi tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah. Ia menyebut hujan turun hampir setiap hari dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang.
“Dalam beberapa hari terakhir, cuaca memang ekstrem. Hampir merata di semua wilayah,” kata Sugeng saat dikonfirmasi, Senin 5 Januari 2026.
Menurut Sugeng, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem pada 1–10 Januari 2026. Risiko tertinggi terjadi mulai siang hingga sore hari.
Pascakejadian, BPBD langsung turun tangan. Sugeng menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemilik bangunan sebelum melakukan pemotongan pohon serta pembersihan material di lokasi terdampak.
“Kami pastikan lokasi aman dulu. Setelah itu baru dilakukan pemotongan agar pohon bisa dievakuasi,” ujarnya.
Dari sisi warga, Aminah mengaku tak menyangka angin datang begitu cepat. “Anginnya tiba-tiba kuat sekali. Kami hanya bisa menyelamatkan diri,” katanya singkat.
