National Media Nusantara
Kalimantan Timur

Wujudkan Identitas Daerah, Pemprov Gelar Grand Final Sayembara Desain Batik ASN dan Souvenir Khas Kaltim

Teks: Ketua Pelaksana Kegiatan, Heni Purwaningsih

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sukses menyelenggarakan Grand Final Sayembara Desain Seragam Batik ASN dan Desain Souvenir Khas Provinsi Kaltim pada Selasa, 23 Desember 2025. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kompetisi kreatif yang telah berlangsung sejak November lalu.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Kegiatan, Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa agenda ini merupakan kolaborasi strategis antara Dekranasda dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengasah talenta muda, desainer kriya dan fashion di Kalimantan Timur juga mendorong minat serta apresiasi terhadap kriya dan wastra khas daerah,” ujar Heni dalam laporannya.

Meski fokus pada identitas lokal, sayembara ini menarik minat peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Heni merincikan bahwa kategori Sayembara Batik ASN diikuti oleh 148 peserta, sementara kategori Souvenir Khas diikuti oleh 51 peserta.

“Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kalimantan Timur tetapi juga dari luar Pulau Kalimantan antara lain dari Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Lampung hingga Sumatera Selatan,” jelas Heni.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, perajin, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sendiri.

Penentuan pemenang dilakukan melalui tahapan panjang yang dimulai sejak pendaftaran pada 13 November 2025. Proses penjurian melibatkan tim ahli yang diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni didampingi akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda, ISI Yogyakarta, Universitas Mulawarman, serta praktisi batik.

Setelah melewati tahap penyisihan, penjurian dan masa pembuatan karya selama dua minggu (8-21 Desember), terpilihlah para finalis terbaik.

“Hari ini adalah grand final yang menampilkan 6 finalis untuk setiap kategori lomba,” pungkas Heni dalam laporannya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan desain seragam dan souvenir baru bagi Provinsi Kaltim, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan posisi generasi muda dalam melestarikan wastra serta kriya daerah di kancah nasional.

Related posts

Angkat Legenda Urban Kaltim, “Hantu Banyu“ Tayang di Bioskop Samarinda

Aminah

Ribuan Warga di Kaltim Belum Terima SKPWNI

Intan

Rusmadi Harap Paradise Of The East 2023 Dapat Mengangkat Produk Lokal

Laras

You cannot copy content of this page