Kalimantan Timur

Lulusan PPG Banyak Pilih Kaltim Sebagai Tanah Pengabdian

Teks: Muhammad Zaky Azymah dan Aris Munandar lulusan PPG yang memilih Kaltim sebagai pilihan pertama.

Samarinda, Natmed.id – Dua lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan asal Jawa, Muhammad Zaky Azymah dan Aris Munandar, mengaku memilih Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi pengabdian pertamanya.

Keduanya baru saja dilantik sebagai PPPK dalam Upacara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Jabatan Fungsional di Gedung Olah Bebaya, Selasa 9 Desember 2025. Keduanya kini ditempatkan pada instansi yang sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

Pelantikan yang dipimpin langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud itu menandai berakhirnya penantian lebih dari dua bulan sejak mereka mulai bertugas pada 1 Oktober. Menurut Zaky, momentum ini menjadi awal resmi komitmen mereka mengabdi di Kaltim.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Kaltim, penantian dua bulan lebih akhirnya terjawab. Mulai tugas 1 Oktober, dan hari ini resmi dilantik,” kata Zaky.

Aris menyampaikan rasa lega serupa. Baginya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengukuhan atas pilihan besar untuk merantau dari Jawa ke Kaltim.

“Bahagia sekali akhirnya menerima SK secara fisik. Kami sudah dua bulan bekerja, tapi sekarang sah secara resmi. Kami siap berkontribusi untuk memajukan Kaltim semangat menuju generasi emas,” ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa Kaltim bukan sekadar salah satu dari banyak daerah penempatan. Sejak awal, mereka menaruh pilihan pertama pada Kaltim ketika diberi kesempatan memilih seluruh Indonesia.

Pilihan itu, kata Zaky, lahir dari keyakinan pada masa depan daerah ini yang bersinggungan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami memilih Kaltim sebagai pilihan pertama. Kami melihat Kaltim itu pusat gerak Indonesia ke depan, apalagi dengan IKN. Kami yakin Kaltim dan IKN akan maju bersama, dan kami ingin ikut membangunnya, ” tutur Zaky.

Aris menambahkan bahwa sebagai guru muda, datang ke Kaltim adalah keputusan sadar untuk berada di garis depan pembangunan manusia di wilayah timur Indonesia.

“Kami ingin terlibat langsung, turun di IKN dan Kaltim sebagai pendidik, tugas kami membangun generasi emas Kaltim, ” katanya.

Zaky juga menilai potensi besar Kaltim tidak berhenti pada sumber daya alam. Ia melihat kualitas sumber daya manusia sebagai penentu utama arah perubahan.

“Kaltim punya potensi sangat besar, bukan hanya SDA, tapi SDM-nya. Kami datang untuk ikut memperkuat itu,” ujarnya.

Related posts

Ajak UMKM Naik Kelas, Kemenkum Kaltim Gencarkan Edukasi HKI

Aminah

JMSI Banten Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Pandeglang

Febiana

PWI Bali Resmi Dilantik, Komitmen Kebebasan Pers Diperkuat

Paru Liwu

Leave a Comment