Samarinda, Natmed.id — Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyampaikan Pemerintah Kota Samarinda memperkuat pendidikan karakter kebangsaan melalui penguatan cinta tanah air bagi siswa tingkat SMP, khususnya kelas VIII dan IX.
Saefuddin Zuhri menjelaskan program ini disebut sebagai embrio awal untuk menanamkan nilai nasionalisme sejak dini di tengah perubahan sistem pembelajaran yang dinilai semakin menjauh dari wawasan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan seusai Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Utara, pada Senin 24 November 2025.
Saefuddin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar rasa cinta tanah air tumbuh dari kesadaran diri para siswa.
“Kalau cinta tumbuh dari hati, maka nilai itu akan tertanam kuat dalam diri siswa. Insyaallah anak-anak kita tidak mudah terpengaruh ideologi dari luar,” Kata Saefuddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia pelaksana dan berharap program ini akan dapat terus berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini dapat terus diadakan agar pembinaan kebangsaan tetap berjalan,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai harapan pemerintah kota terhadap pelaksanaan ke depan, Saefuddin Zuhri menyampaikan rencana untuk memperluas kegiatan ini akan ke berbagai kecamatan.
“Nanti akan dilaksanakan juga di Kecamatan Samarinda Utara, dilanjutkan Samarinda Ilir, dan kecamatan lainnya agar semakin banyak anak-anak memahami perjuangan founding father dalam meraih kemerdekaan,” jelasnya.
Selain penguatan karakter, ia juga menyoroti kesiapan fasilitas digital di Samarinda. Menurutnya, fasilitas digital sudah memadai, namun peningkatan sumber daya manusia masih diperlukan.
“SDM perlu disiapkan. Masyarakat yang belum memahami tetap datang secara manual. Kalau diberikan edukasi, masyarakat akan tahu bahwa persyaratan pelayanan sudah tersedia secara digital,” tutupnya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, Saefuddin berharap masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital demi efisiensi pelayanan publik.
