Nasional

Prabowo Meyakini Keberagaman akan Menjadi Kekuatan Besar Indonesia

Teks: Tangkapan Layar Siaran Langsung YouTube, Presiden RI Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 (Natmed.id/Sukri).

Jakarta, Natmed.id – Banyak yang dari luar bangsa kita mengatakan Indonesia adalah negara yang tidak mungkin. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana begitu banyak suku bangsa, kelompok etnis, ras, dan agama bisa bersatu dan mengejar cita-cita bersama dalam satu negara,

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengingatkan seluruh aparatur negara, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat.

“Rakyat Indonesia adalah rakyat yang baik dan mendambakan kehidupan yang tenang serta harmonis. Karena itu, mereka berharap dipimpin oleh sosok pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau segelintir kelompok,”ungkap Presiden Prabowo saat memberi arahan kepada jajaran pemerintahan pusat hingga daerah, Senin, 2 Februari 2026.di Sentul, Bogor, melalui livestreaming YouTube Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengingatkan seluruh aparatur negara, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat.

“Rakyat kita, tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan dirinya sendiri. Mereka menginginkan pemimpin yang benar-benar mengabdi kepada rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia bukan hanya negara yang tidak mungkin, tetapi juga negara yang penuh tantangan. “Oleh karena itu, ia meminta para pemimpin tidak bersikap lugu, melainkan waspada dan memahami situasi global,”pesannya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman sejarah bangsa, termasuk sejarah Nusantara dari Sabang sampai Merauke, serta pengalaman panjang Indonesia yang pernah dijajah, diintervensi, dan dieksploitasi selama ratusan tahun.

“Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kita harus memahami latar belakang bangsa kita agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” tutupnya.

Related posts

Hari Kearsipan ke-53, ANRI Anugerahi Empat Lembaga dengan Akreditasi Kualitas AA

Intan

Jaga Kepercayaan Publik, Wartawan Harus Menjaga Marwah Profesi

natmed

KPK Periode 2019-2023, Jadi Harapan Baru Penanganan Korupsi Indonesia, Ini Kata Yakub Ismail

natmed

Leave a Comment