Olahraga

Panen Prestasi di PDM CUP V 2026, SD Muhammadiyah Sangatta Utara Bawa Pulang 40 Medali Pencak Silat

Para atlet pencak silat SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur dalam ajang PDM CUP V 2026, yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026
Para atlet pencak silat SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur dalam ajang PDM CUP V 2026, yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026

Kutim – Semangat juang dan kerja keras para atlet muda SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, berbuah prestasi membanggakan. Sebanyak 37 siswa berhasil membawa pulang 40 medali dari ajang pencak silat PDM CUP V 2026. Keberhasilan tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memperlihatkan potensi besar generasi muda Kutim dalam olahraga bela diri.

Ajang yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di arena pertandingan. Dari berbagai kategori yang diikuti, kontingen SD Muhammadiyah Sangatta Utara sukses mengumpulkan 10 medali emas, 15 perak, dan 15 perunggu. Capaian ini menjadi gambaran keberhasilan pembinaan olahraga yang berjalan seiring dengan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Di balik puluhan medali tersebut, tersimpan perjuangan para siswa yang harus membagi waktu antara kegiatan belajar dan latihan. Keberanian tampil di arena pertandingan menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengasah kemampuan, membangun mental, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Salah satu atlet yang mencatatkan prestasi menonjol adalah Adlah Azalea Izz. Siswi yang bertanding pada kelompok usia dini II itu berhasil menyabet tiga medali emas melalui kategori tanding kelas A putri, seni tunggal tangan kosong, dan seni tunggal senjata.

Keberhasilan Adlah menjadi salah satu pencapaian istimewa kontingen sekolah. Kemampuannya meraih prestasi pada nomor tanding dan seni menunjukkan penguasaan keterampilan pencak silat yang beragam.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan sejumlah siswa lainnya. Pada kelompok kelas 1–3, nama Ahmad Aqif Almuata’ali, Nur Aqifah Azzakiyah Ikrar, Khaizuran Zaidan Akbar, Arfan Naufal Rafasya, Arsyla Berliani Farzana, Adhyasta Syakiel Afkarian, dan Ahmad Rausyan Almutawakkil turut tercatat sebagai peraih medali emas.

Sementara pada kelompok kelas 4–6, Achmad Dzaky Purwanto, Raka Alfadh Qudseey, dan Nur Aqilla Ayudia Ikrar juga berhasil mempersembahkan prestasi terbaik melalui raihan medali emas.

Selain para peraih emas, atlet lainnya turut memberikan kontribusi melalui perolehan medali perak dan perunggu. Hasil tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan kemampuan para siswa untuk bersaing dalam berbagai kelompok pertandingan.

Kepala SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Linda Rofika, menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur atas keberhasilan peserta didiknya. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang melibatkan banyak pihak.

“Alhamdulillah, pekan ini menjadi momen yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Sangatta Utara. Berbagai prestasi berhasil diraih oleh siswa maupun guru, menjadi bukti nyata bahwa semangat berprestasi terus tumbuh di lingkungan sekolah kami,” ungkap Linda.

Menurutnya, keberhasilan siswa tidak dapat dipisahkan dari semangat belajar, kedisiplinan, serta keberanian menghadapi tantangan. Setiap kompetisi memberikan pengalaman yang dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi tangguh dan bertanggung jawab.

Linda menegaskan bahwa prestasi pendidikan tidak seharusnya hanya dinilai berdasarkan jumlah penghargaan. Proses yang dilalui peserta didik untuk mencapai keberhasilan justru menjadi bagian penting dalam membangun karakter mereka.

“Bagi kami, seluruh pencapaian ini bukan sekadar deretan piala dan medali, melainkan bukti dari kerja keras, keberanian untuk mencoba, kedisiplinan, serta kolaborasi yang kuat antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen sekolah untuk menempatkan kegiatan nonakademik sebagai bagian dari proses pendidikan. Melalui pencak silat, siswa dapat belajar mengenai sportivitas, pengendalian diri, keberanian, dan pentingnya menghargai orang lain.

Pembinaan olahraga sejak usia sekolah dasar juga memiliki peran strategis dalam membantu anak mengenali minat serta kemampuannya. Ketika bakat mendapatkan ruang pengembangan yang tepat, peserta didik memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan prestasi secara berkelanjutan.

Linda meyakini setiap anak mempunyai keunggulan berbeda. Karena itu, sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing, baik melalui kegiatan akademik maupun ekstrakurikuler.

“Kami meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas sekolah adalah menemukan, mengembangkan, dan mendampingi potensi tersebut agar tumbuh menjadi prestasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan aktif para guru. Tenaga pendidik diharapkan terus meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan keteladanan kepada siswa dalam membangun budaya belajar dan berprestasi.

“Guru pun harus terus bertumbuh, menjadi teladan, dan menunjukkan bahwa semangat belajar serta berprestasi tidak pernah berhenti,” tambahnya.

Lebih jauh, keberhasilan kontingen SD Muhammadiyah Sangatta Utara menjadi contoh pentingnya kolaborasi antara sekolah, pelatih, dan orang tua. Ketiga unsur tersebut memiliki peran saling melengkapi dalam mendampingi perkembangan kemampuan serta kesiapan mental anak.

Bagi peserta didik, dukungan keluarga dapat menjadi sumber motivasi ketika menghadapi tekanan pertandingan. Sementara pendampingan guru dan pelatih membantu mereka memahami pentingnya disiplin, latihan, serta sikap sportif dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Linda pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para siswa selama mengikuti kompetisi.

“Terima kasih kepada seluruh siswa yang telah berjuang, para guru dan pelatih yang telah mendampingi, orang tua yang selalu memberikan dukungan, serta semua pihak yang telah menjadi bagian dari pencapaian ini,” tuturnya.

Keberhasilan dalam PDM CUP V 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat. Sekolah ingin menjadikan prestasi tersebut sebagai penyemangat untuk memperkuat pembinaan bakat sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak siswa mengikuti berbagai kompetisi.

Prestasi para pesilat cilik itu juga memberikan pesan bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang. Latihan yang konsisten, kemauan belajar, serta keberanian menghadapi tantangan menjadi bekal penting bagi anak dalam mengembangkan kemampuan mereka.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pencapaian SD Muhammadiyah Sangatta Utara memperlihatkan bahwa sekolah dasar memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan mental kompetitif.

Dengan koleksi 40 medali pada PDM CUP V 2026, SD Muhammadiyah Sangatta Utara kembali menunjukkan hasil positif dari pembinaan peserta didik. Prestasi tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat yang mampu membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Kutai Timur pada kompetisi berikutnya.

Related posts

19 Tahun Menanti, Indonesia Bawa Pulang Piala Thomas

natmed

Smanas Juara Turnamen Basket Putri Samarinda 2025

natmed

Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwada Kaltim 2025, PWI Bontang Siap

natmed