• Beranda
  • NASIONAL
  • Daerah
    • Samarinda
    • Kalimantan Timur
  • POLITIK
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
Natural Media
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Natural Media
No Result
View All Result

Awal Pekan Buruk Bagi Petani, TBS Sawit Kaltim Turun di Akhir November

natmed by natmed
5 Februari 2026
in Ekonomi
0
Awal Pekan Buruk Bagi Petani, TBS Sawit Kaltim Turun di Akhir November

Teks: Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (.Ist)

Samarinda, Natmed.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami penurunan pada periode penetapan 16–30 November 2025. Koreksi harga ini menjadi pukulan bagi petani sawit di awal pekan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir menyatakan penurunan terjadi akibat turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) hampir di seluruh perusahaan sumber data acuan.

“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ujarnya dalam rilis resmi, Senin 1 Desember 2025.

Pada periode ini, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp13.933,75 per kilogram, sedangkan kernel berada di Rp12.091,35 per kilogram, dengan indeks K 89,14 persen sebagai dasar penetapan.

Muzakkir merinci harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit. Untuk tanaman umur 3 tahun, harga tercatat Rp2.866,02 per kilogram. Sementara umur 4 tahun berada di Rp3.054,83 per kilogram, dan umur 5 tahun sebesar Rp3.074,72 per kilogram. Selanjutnya umur 6 tahun Rp3.108,19 per kilogram.

Harga juga mengalami penyesuaian pada tanaman umur 7 tahun dengan harga Rp3.127,24 per kilogram, umur 8 tahun di Rp3.150,51 per kilogram, serta umur 9 tahun sebesar Rp3.218,02 per kilogram. Untuk tanaman umur 10 tahun, TBS ditetapkan Rp3.255,71 per kilogram.

Ia menegaskan bahwa daftar harga tersebut berlaku untuk petani plasma atau kelompok tani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PMS).

“Kerja sama ini diharapkan membuat harga TBS petani sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak,” kata Muzakkir.

Menurutnya, kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit memberi kepastian harga dan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kaltim.

Ia berharap pola kerja sama tersebut terus diperkuat, terutama di tengah fluktuasi harga CPO global yang masih sulit diprediksi.

Penurunan harga di akhir November ini menjadi sinyal bahwa petani sawit masih menghadapi tekanan akibat pergerakan pasar yang tidak stabil.

Pemerintah berharap informasi harga yang transparan dan kemitraan yang kuat dapat menjaga pendapatan petani tetap aman meski pasar sedang menurun.

Previous Post

Korpri Diminta Jaga Netralitas dan Perkuat Pelayanan Publik di Era Digital

Next Post

Dana RT Rawan Disalahgunakan, DPRD Kaltim Minta Pemda Perkuat SOP

Next Post
Dana RT Rawan Disalahgunakan, DPRD Kaltim Minta Pemda Perkuat SOP

Dana RT Rawan Disalahgunakan, DPRD Kaltim Minta Pemda Perkuat SOP

Hot News

01

Andi Faizal: Remtal Cup Jadi Modal Bontang Bidik Juara POPDA 2027

02

Asah Kemandirian dan Kepemimpinan, Pramuka SDN 001 Sangatta Selatan Gelar Perkemahan LT-I

03

Sentuhan Warna dan Keceriaan, Anak-Anak Eksplorasi Batik dalam Workshop di Ascott Waterplace...

04

Buka SPANSA CUP 2026, Andi Faizal Dorong Atlet Muda

05

Suharno Ajak Pemuda Bontang Jadi Penggerak Perubahan

Berita Terbaru

  • Andi Faizal: Remtal Cup Jadi Modal Bontang Bidik Juara POPDA 2027
  • Asah Kemandirian dan Kepemimpinan, Pramuka SDN 001 Sangatta Selatan Gelar Perkemahan LT-I
  • Sentuhan Warna dan Keceriaan, Anak-Anak Eksplorasi Batik dalam Workshop di Ascott Waterplace Surabaya
  • Buka SPANSA CUP 2026, Andi Faizal Dorong Atlet Muda
  • Suharno Ajak Pemuda Bontang Jadi Penggerak Perubahan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.